tutorial piktochart
BLOGGING

Membuat Media Kit Menggunakan Piktochart

Tutorial Piktochart“Media kit bagi seorang blogger ibarat resume atau curiculum vitae ketika mencari pekerjaan. Hanya dilihat enam detik, tapi memengaruhi keputusan calon klien. Dengan kata lain, membantu klien memutuskan apakah Anda akan di-hire untuk bekerja sama ataukah tidak. Sedikit kutipan dari status seorang blogger pro yang pasti temen-temen blogger juga udah pada tau, teh Langit Amaravati.

Perihal media kit ini sudah saya ketahui sejak lama, kebetulan saya sering ‘nongkrong’ di Pinterest dan disitulah saya menemukan pin dari seseorang mengenai media kit. Ternyata ya temen-temen, blogger diluar negeri sudah familiar sekali dengan media kit malah ini jadi must have untuk mereka. Soalnya memang blogger disana sudah memperlakukan blog sebagai bisnis sedari awal. Jadi kalau temen-temen adalah blogger yang serius mengelola blognya untuk bisnis, temen-temen perlu media kit ini ya.

Untuk di Indonesia sendiri sayangnya masih bisa dihitung jari blogger yang berbagi soal media kit mereka, mungkin karena didalam media kit ini berisi rate card mereka kali ya. Pertama kali dapat pemahaman yang jelas seputar media kit waktu itu karena baca post nya teman beauty blogger saya, Gita, disitu dia bahasnya soal rate card. Nah dia menyarankan untuk membuat rate card dengan beberapa halaman, so i assume ini udah bisa disebut media kit ya.

Waktu itu saya masih merasa belum perlu punya media kit sih, kalau ada yang tanya mengenai rate card ya saya langsung jabarkan aja berapa gitu. Makin kesini ya thank God udah mulai banyak job dari ngeblog, lalu saya jadi terpicu pengen punya media kit. Kenapa? Karena dengan media kit saya jadi bisa menunjukkan kepada calon client dengan siapa saya pernah bekerjasama. Saya mikirnya sih ya hasil kerjasama saya dengan brand lain patut jadi pertimbangan mereka, seperti itu.

Sebelum membuat media kit secara keseluruhan, ada satu hal yang paling bikin saya bingung. Berapa saya harus memasang tarif akan jasa yang saya sediakan? Nah loh kan, saya yang mau tawarin jasa malah saya yang bingung sendiri. Jadi kalau temen-temen sekarang juga ada yang masih dan lagi bingung berapa akan menetapkan tarif, saya kutip lagi ya tulisannya teh Langit berikut ini :

Sayangnya, tidak angka pasti untuk menentukan ratecard, semuanya dikembalikan kepada kesalehan masing-masing blogger dan (biasanya) jumlah follower medsos  serta data statistik. Ada blogger yang sudah menetapkan harga, ada pula yang “saridona”. Besaran harga jasa dikembalikan kepada Anda, tapi ada beberapa hal yang sebaiknya dijelaskan di dalam ratecard:

  • Jenis jasa dan harga. Tentukan jenis jasa seperti apa saja yang Anda sediakan. Misalnya, sponsored post di blog, social media campaign, banner, giveaway, dan lain-lain. Tentu saja harga masing-masing harus dicantumkan. Percaya atau tidak, ini yang akan pertama kali dilihat oleh klien.
  • Deskripsi. Dengan jenis jasa dan harga yang disebutkan di atas, si klien akan dapet apa aja nih? Misalnya, untuk blogpost, sebutkan berapa jumlah kata, apakah akan itu sudah termasuk share di media sosial atau tidak, dan keterangan lain yang sekiranya membantu calon klien.

Blogger perempuan pernah menjelaskan secara lengkap soal media kit, saya rangkumkan dibawah ini mengenai hal-hal penting yang harus ada dalam media kit :

  1. Konsep blog
  2. Data kontak
  3. Statistik blog
  4. Statistik media sosial
  5. Portfolio tulisan
  6. Brand yang pernah bekerjasama
  7. Testimonial brand
  8. Penawaran kerjasama

Okay, sekarang kita ngomongin desain media kit nya. Sebenarnya ada beberapa yang menyediakan template media kit gratis, jadi kita tinggal download kemudian edit. Seperti di link postingan teh Langit dan Blogger Perempuan diatas (silakan klik link-nya), mereka menyediakan template media kit. Buat temen-temen yang nggak suka repot cukup bacanya sampai disini dan silakan meluncur ke blog teh Langit dan BP untuk download templatenya.

Kalau temen-temen adalah orang yang nggak pandai desain tapi punya keinginan belagu pengen media kit nya anti-mainstream dan ciamik, silakan lanjutkan bacanya sampai habis. hehehehe. Nah seperti yang sudah-sudah, semua desain dan grafis dalam blog saya ini nggak dibuat menggunakan software pro kayak adobe photoshop. Melainkan dengan jasa editing online, iya semuanya! Mulai dari watermark, about me graphic, featured image, channel art youtube sampai sekarang media kit. Semua menggunakan website editing online. yipieee!

Thanks to mba Gesi yang udah share media kit yang dia bikin pakai Piktochart. Sekarang saya juga jadi ikutan nyobain Piktochart dan ini suer nagih, bahkan saya juga buatin CV suami pakai Piktochart la la la la. Sedangkan untuk inspirasi desainnya sendiri, saya banyak nyontek di Pinterest. Pada dasarnya sih untuk semua urusan desain di blog ini, saya memang selalu berhubungan dengan Pinterest. Dan bisa dibilang saya malah memperlakukan Pinterest layaknya mesin pencari hehehe.

my pinterest board ... masih banyak lagi itu dibawahnya wkwkwk
my pinterest board … masih banyak lagi itu dibawahnya wkwkwk

Well, kita langsung aja ya ke tutorial piktochart nya yuk …

Pertama, tentu harus buka www.piktochart.com dulu lalu buat akun baru disana. Mendaftar akun baru nya bisa menggunakan gmail atau facebook kok, jadi gampang, tinggal klik.

tutorial piktochart 4 tutorial piktochart 5

 

Kedua, akan muncul dashboard setelah login. Di sebelah kiri sudah ada navigasi sesuai kebutuhan; infographic, presentation dan printable. Kalau temen-temen klik ‘create new’ yang ada di dashboard, munculnya juga sama seperti navigasi disamping kiri.

tutorial piktochart

tutorial piktochart

Tinggal menyesuaikan dengan keperluan temen-temen deh. Oh iya di piktochart juga sudah tersedia beberapa template, tapi kalau mau mulai blank juga ada pilihannya kok.

Pakai piktochart ini super easy deh, i swear. Untuk pilihan-pilihan elemennya mudah banget tinggal drag aja ke layout. Berikut media kit yang udah sukses saya buat menggunakan Piktochart. Total 3 halaman dengan style yang sesuai dengan keinginan ^^

tutorial piktochart

Halaman 1 :

header blog (teteuppp. lol), sekilas mengenai blog dan saya sebagai penulis, statistik blog serta statistik sosial media. Untuk statistik blog, saya ambil di google analytics.

tutorial piktochart

Halaman 2 :

Bentuk kerjasama, rate card, brand yang pernah bekerjasama, testimoni clients dan testimoni pembaca.

Nominal rate cardnya saya sembunyiin, ya nggak enak ah, wong mba Gesi aja nggak nampilin rate card nya kok. Kalau mau tau untuk cuma sekedar pengen tau berapa sih wajarnya, boleh kok email saya hehe. Untuk dapetin testimoni client sih ya.

Testimoni client tentu harus diminta ya temen-temen, karena setelah project selesai jarang banget brand kasih testimoni. Sedangkan testimoni pembaca bisa diambil dari kolom komentar, kalau saya memanfaatkan arisan link blogger perempuan. Saya ambil beberapa tulisan blogger yang mengacu ke arah testimonial. hehehe

tutorial piktochart

Halaman 3 :

Saya taruh beberapa link sponsored post, top post di blog saya, serta post di sosial media. Karena saya menjanjikan foto dengan kualitas HD bagi calon clients maka saya rasa penting untuk menyelipkan sedikit hasil jepretan saya.

So how bloggers? Semoga bisa menginspirasi dan memotivasi untuk punya media kit juga ya. Buat temen-temen yang udah punya, boleh dong di share cara bikin media kit ala kalian.

Leave a Reply

Required fields are marked*