seo-for-blogging
BLOGGING

Rangkuman Ngopi Cantik #2 : Seo For Blogging

Halo, akhirnya muncul lagi artikel berfaedah yang berkategori blogging di blog ini. Beberapa minggu lalu saya happy sekali karena bisa ikutan Ngopi Cantik-nya Beautiesquad, dimana pembahasannya adalah SEO FOR BLOGGING. Ngopi Cantik ini adalah seminar online menggunakan aplikasi Whatsapp, ehm mungkin bisa dibilang Webinar kali ya. Seneng banget ada komunitas yang menjadi pelopor kegiatan seperti ini, selain menambah ilmu, disini juga jadi ajang memperluas networking kita. Jadi saya antusias dan buru-buru daftar biar nggak kelewatan lagi seperti Ngopi Cantik edisi sebelumnya.

seo-for-blogging

Dengan pemateri yang tentu saja udah dikenal banget, the one and only Shintaries, pendiri dari Blogger Perempuan. Yasss!! Yang banner nya kalian bisa temukan di kanan bawah blog saya ini. So buat kalian yang pengin tau materi apa aja seputar SEO untuk blog yang dibagikan oleh mbak Shintaries, just keep on reading sampai selesai ya!

Materi diawali mba Shintaries dengan penjelasan tentang SEO itu sendiri. Mudahnya, SEO (Search Engine Optimization) adalah Optimasi Mesin Pencari. Maksudnya yaitu tulisan di blog, kita optimasikan supaya dapat ditemukan oleh mesin pencari. Bedanya dengan konten pada web lain, konten pada blog harus diterbitkan dulu baru dioptimasikan.

Pro Tip : Penting untuk memiliki blog dengan tema khusus karena lebih mudah terindex.

Baca juga: Cara Merampingkan Alexa

PART 1 : TEORI

APA YANG MEMBUAT BLOG KITA DAPAT TERINDEX OLEH GOOGLE ?

1. Otoritas Blog

Yang dimaksud disini adalah kepemilikan blog. Google akan lebih memprioritaskan blog dengan akun yang tidak anonim dan memiliki identitas yang jelas. Otoritas blog juga sering diartikan dengan Domain Authority (DA). Semakin besar nilainya berarti semakin sering pula blog terindeks di Google.

Pro Tip : Mengisi data di https://aboutme.google.com
Disitu ada data lengkap blog serta profile media sosial. Isi semua datanya untuk menunjukkan kepemilikan blog. Kalau bisa, nama domain yang dimiliki juga didaftarkan dengan email yang sama.

 

2. Konten

Konten pada blog harus berkualitas dalam artian nggak copas, harus organik, natural dan buatan sendiri. Yang paling baik dan paling disukai oleh Google adalah rutin update. Lebih sering, lebih baik, bahkan sangat baik jika bisa update setiap hari. Dalam hal ini konten termasuk video dan image juga karena saat ada yang search kata kunci tertentu, konten video dan image juga akan keluar. Jadi pastikan untuk mengoptimasi video dan gambarnya.

 

3. Template yang Fast Loading

Template memegang peranan penting dalam SEO, template yang dikenal dengan SEO Friendly ini berperan cukup besar rata-rata sekitar 60-80%. Hal ini karena loading yang dibutuhkan oleh Google adalah sepersekian detik untuk bisa muncul di halaman pertama. Untuk ukuran secepat itu hanya bisa dideteksi apabila template tidak terlalu banyak script, ornamen, musik dan gambar yang berukuran besar.

Apabila tidak memiliki template yang SEO Friendly, bisa diakali dengan template yang seminimalis mungkin. Hindari penggunaan script slider apabila ukurannya besar dan resize gambar sebelum diupload. Usahakan maksimal lebar 600 pixel dan berat 300 kb. Well, sekarang jadi paham kan kenapa ada yang jual template dengan harga mahal?

 

4. Mobile Site

90% akses website blog dan aplikasi sepenuhnya sudah melalui mobile. Jadi responsive mobile site udah nggak bisa ditawar lagi. Apa jadinya kalau blog nggak bisa dibaca secara mobile cobak?

 

5. Backlink

Paling banyak dicari dan yang paling menentukan posisi dan prestasi. Banyak yang meyakini bahwa posisi di mesin pencari ditentukan oleh banyaknya backlink yang dimiliki oleh blog. Itulah mengapa blog dengan posisi bagus di mesin pencari, DA nya akan tinggi. Intinya, SEO adalah BACKLINK.

 

E2DcWJ

Gimana? belum nyerah kan? Mari kita lanjut ke Part 2 nya ya

PART 2 : TEKNIS

CHECKLIST BEFORE YOU HIT ‘PUBLISH’

1. Menaruh Kata Kunci di Judul

Misalnya kata kunci yang ingin dimasukkan adalah “nama brand maskara”. Maka buat judul yang menarik namun tetap ada “nama brand maskara”. Contoh: Seharian Memakai “nama brand maskara” Ternyata Oke Banget.

 

2. Ubah Permalink

Jika memakai kata kunci diatas, maka secara default link yang muncul adalah www.namadomain.com/seharian-memakai-nama-brand-maskara-ternyata-tetap-oke-banget. Tapi kalau SEO, ini harus diubah dulu menjadi www.namadomain.com/nama-brand-maskara. Pengaturan permalink ada di bagian kanan/bawah saat membuat konten, tergantung blog masing-masing. Untuk wordpress, pengaturan ini ada tepat dibawah judul saat kita buat post baru.

 

3. Jumlah Kata

Google sangat menyukai konten dengan jumlah kata yang banyak. Sesuai riset, jumlah kata yang sering terindeks adalah 800-1000 kata. Disarankan minimal 1000, tapi untuk beauty blogger 800 kata juga sudah cukup.

 

4. Image

Sebelum upload image, resize dan rename dulu dengan keyword yang akan dipakai. Misalnya nama-brand-maskara.jpg. Jika lebih dari satu, bisa menambahkan angka di belakangnya. Misal: nama-brand-maskara1.jpg, nama-brand-maskara2.jpg, nama-brand-maskara3.jpg, dst.

 

5. Internal dan Eksternal Link

Selalu tambahkan link ke tulisan lain dalam blog kita dan juga link ke blog/web lain sebagai referensi. Related post dan read more di halaman awal juga diperlukan karena itu dianggap sebagai internal link. Tapi jangan gunakan blogroll yang ada di sidebar, karena eksternalnya dianggap nggak baik, terlalu banyak link keluar oleh Google.

 

6. Meta Deskripsi

Yang paling penting sebetulnya adalah meta deskripsi, yang harus diaktifkan. Baik itu di wordpress dengan plugin atau di blogspot (setting -> search description). Karena merupakan ringkasan dari konten kita, yang akan muncul pada hasil pencarian. Hal ini akan berpengaruh pada ketertarikan orang untuk mengklik tulisan kita. Saya menggunakan Yoast SEO untuk plugin pada blog saya yang berbasis WordPress.

yang tanda panah adalah meta deskripsi
yang tanda panah adalah meta deskripsi

 

Pro Tips :

  • Yang banyak digadang-gadang dan dicari orang/brand/ecommerce dll-nya itu adalah BACKLINK alias OFFSITE-nya. Karena kalau onsite, optimasinya hanya sebatas konten, internal link, eksternal link, template, dan image. Sisanya yang menentukan adalah berapa banyak backlink yang didapat. Oleh karenanya, ada banyak web/blog yang berlomba lomba mencari backlink, baik dengan cara beli/bayar, ada juga dengan cara paling gampang, yaitu blogwalking.
  • Ala Shintaries: buat beberapa blog yang berbeda, lalu dibacklink ke www.shintaries.com. Jadi bisa mendapatkan  DA yang lumayan tinggi dan kadang tidak berpengaruh kalau DA sedang turun ramai-ramai. Dan posisi di Google, trafficnya tetap. Lalu dummy blog inilah yang dibuat blogwalking ke blog teman-teman blogger.
Blogwalking ala Shintaries
Blogwalking ala Shintaries
  • Kalau dirasa blogwalking rumit dan memakan waktu lama, cara termudah seo adalah dengan update blog setiap hari, karena Google suka dengan fresh konten.

 

SESI TANYA JAWAB

Disini saya juga cantumkan beberapa tanya jawab nya ya, semoga berguna.

Aku masih bingung terkait dummy blog, maksudnya gimana ya kak? Yang blog utama kita nggak dipake buat bw? Ini kenapa yah kalo boleh tau hehe dan apakah yang di dummy itu harus sama banget (misal utama aku jennitanuwijaya.com , haruskah dummynya jennitanuwijaya.co.id) atau boleh yang lain asalkan dengan email yang sama bikinnya?

Jawab : Jadi sebetulnya, kalau blogwalking, apalagi dengan format name/url, blog kita akan saling barkaitan dengan blog yang lain. Di saat blog yang lain terkena spam komen, maka blog kita akan otomatis kena score juga. Namun apabila yang “terkena” lebih dulu adalah blog dummy kita (yang kalau di seo diistilahkan layer/tier) maka nggak secara langsung terkena. Blog kita akan lebih aman. Kan suka ada kasus, ketika DA satu blog turun, yang lain menjadi turun juga. Nah itu agak ngaruh di posisi Google sebetulnya, termasuk spam score juga. Amannya, kita punya dummy blog untuk berkunjung rutin ke blog lain. Untuk dummy blog, namanya bebas, ngga harus top level, bisa gratisan dan bisa tema apa saja 😀

 

Saya mau tanya terkait backlink. Saya lumayan sering dengar dari teman-teman tentang berhati-hati dalam menaruh backlink do follow. Apakah sebegitu bahayanya backlink do follow sehingga kok ya teman2 saya itu sampai ada yang beberapa harga mati ga mau naruh do follow link di blognya. Apalagi kan jadi beauty blogger sepertinya sll sarat dg backlink terutama ke brand. Apa sebenernya dampak negatif yg bs berimbas ke blog kita dan mungkin mba Shinta ada tips?

Jawab : Iya betul, link dofollow sudah diperingatkan oleh Google untuk tidak menaruhnya sembarangan. Apalagi untuk brand. Jadi, kategori sponsored/berbayar sudah tidak diperbolehkan ada link dofollow yang mengarah ke situs brand. Beberapa brand mengakalinya dengan tulisan blogger yang soft selling, jadi kita menulis reviewnya tidak terlihat seperti “dibayar”. Masalah bahaya atau tidak, buat blog kita, terlalu banyak dofollow akan terlihat seperti spam. Makanya tadi, kalau ada blogroll di widget, dia akan bersifat dofollow dan linknya terlalu banyak. Itu menjadikan blog kita terlalu banyak link dofollow keluar dan menjadikan spam score terlihat besar. Solusinya gimana? buat semua link di blog menjadi nofollow. Kalaupun ada yang dofollow, boleh sebetulnya tapi tidak terlalu banyak jumlahnya. Kalau mau tahu ada berapa banyak link dofollow nofollow di blog, kalau wordpress bisa pakai plugin nofollow, atau pakai add on browser nofollow yaa.

 

Hi mbak, aku mau nanya, keyword density per postingan itu berapa persen kira2? dan teknik jadul seperti ngebold dan italic keyword yg di target itu masih berguna buat on site? kalau boleh kasih tips tambahan juga buat optimasi postingan blog yang baik dan benar.

Jawab : sejujurnyaaa keyword density sudah tidak digunakan lagi loh. karena sekarang google menggunakan keyword suggestion dalam kotak pencarinya. jadi sudah tidak ada aturan baku penggunaan berapa banyak dan berapa persen aturan keyword yang ada, gunakan secara natural saja yaa. yang masih berguna itu bold dan heading H2 yaa untuk keyword, tapi untuk satu kali penggunaan aja, itu pun di sub judul aja.