wp-image-1638142093..jpg
FOOD & PLACE

Staycation di Pavilion Garden Bandung, Penginapan yang Instagramable !

Halo semuanya!!! Selamat Tahun Baru 2018, semoga semua harapan dan keinginan dapat terwujud di tahun yang baru ini ya temen-temen.

Seminggu yang lalu, saya dan keluarga kecil pergi ke Bandung untuk berlibur akhir tahun. Tujuannya ke Bandung memang nggak mengincar tempat wisata, tapi justru mau staycation a.k.a leyeh-leyeh di hotel sambil menikmati suasana yang berbeda aja, dan tentunya sambil kulineran. Berlibur dengan bayi 7 bulan memang beda rasanya, apapun yang kita lakukan harus mengutamakan kenyamanan dan keamanan si baby. Maka dari itu, kita memilih untuk nggak ngoyo harus mengunjungi obyek wisata yang kebanyakan outdoor dan kurang nyaman untuk baby.

Menurut kita mengenalkan alam kepada anak memang perlu, tapi mengunjungi obyek wisata outdoor bukan satu-satunya cara. Bayangin aja usia bayi 7 bulan bisa menikmati apa disana? Apalagi saat holiday season pasti akan riweh dengan banyak orang, belum lagi panasnya. Kayaknya obyek-obyek wisata bukan lingkungan yang baby friendly ya. Yang ada orangtuanya doang dong yang refreshing, bayi nya mah nggak.

Back to topic, mungkin beberapa diantara kalian juga udah tau soal penginapan ini karena udah saya post juga di Instagram. Jadi, tanpa banyak basa basi dan kelamaan intro, mending langsung aja yuk klik read more.

Tempat ini memang sudah jadi wish list saya dari sejak lama, ada 3 hal yang bikin saya mantep kalau ke Bandung mesti banget nyobain nginep disini, yaitu; lucu, lucu, dan lucu. hehehe.

Dari segi penyajian secara visual, Pavilion Garden ini udah memenangkan 90% hati saya diantara penginapan lainnya di Airbnb. Namanya juga cewek yah, paling nggak kuat lah liat yang lucu-lucu dikit kayak gini. Apalagi saya yang banci foto, yang gatelan mesti apa-apa snapgram. Jadi jelas sengaja nyari penginapan yang aesthetic. Dan memang disini puas banget hunting fotonya, karena hampir semua sudut ruangan bisa digunakan untuk foto-foto.

Kalau dilihat di Airbnb, disini ada 2 tempat yang disewakan, yaitu pavilion garden seperti yang saya pakai dan pavilion 19. Berada dalam satu rumah yang sama dengan pemiliknya namun kita memiliki akses sendiri ke pavilion kita. Jadi kalau mau keluar atau masuk nggak perlu lewat pintu rumah pemiliknya. Pavilion 19 berada di depan, disamping pintu utama dan ruang tamu, menuju ke pavilion 19 tinggal buka pagar doang.

Rumah ini berada diujung jalan alias hook, nah pavilion garden nempel disampingnya rumah utama. Akses menuju pavilion garden tinggal belok kanan dari pagar, melewati pintu masuk rumah utama, taman dan sampai deh. Saya bilang nempel, karena pavilion ini dihubungkan oleh ruang tamu namun disekat dengan pintu folding kaca. See? privasi tetap terjaga dan akses keluar masuk pun mudah tanpa perlu mengganggu pemiliknya.

Kita sampai pavilion garden sekitar jam 12.30 siang, setelah sebelumnya diperbolehkan check-in lebih awal oleh sang pemilik rumah. Ngomong-ngomong soal pemilik atau yang dipanggil host di Airbnb. Mba Diana selaku host rumah super duper ramah, bahkan suami dan anaknya juga lho. Begitu sampai, kita langsung disuguhi brownies buatannya sendiri. Waktu malam, suami saya panggil go massage dan numpang pijat di ruang tamunya pun ditungguin sama suaminya Mba Diana sampai selesai. Nggak heran sih jadi superhost, habisnya direpot-repotin pun mau, berasa kayak lagi mampir di rumah saudara aja.

Buat kalian yang lagi berpikir bahwa keramahan itu kudu wajib harus karena tamu adalah raja, salah besar ya gaes. Karena disini, yang punya rumah adalah raja, bahkan host berhak menolak pesanan kita loh kalau menurut mereka kita orang yang rude dan nggak tau sopan santun. Ya bayangkan aja sih kalau posisinya dibalik, kita yang jadi hostnya, apa mau sembarang terima orang asing buat menginap? So, tentu sangat beda dengan hotel ya.

Di pagi hari, kita akan disuguhkan sarapan yang cukup beragam. Ada sereal, susu, roti, selai-selai, kopi, dan teh. Buat saya sih sarapan segitu udah beragam dan mengenyangkan tapi buat suami saya yang perutnya karet, bagi dia nggak kenyang-kenyang. lol. Oh iya disini kita akan banyak ngobrol-ngobrol dengan host beserta dengan tamu lainnya. Kemarin kebetulan ada tamu dari Jakarta di pavilion 19, dan kita sempat ngobrol-ngobrol sebentar.

Selain tempatnya yang instagram-able, faktor lokasi juga jadi pilihan penting. Pavilion Garden berlokasi di Sukajadi dan tempat ini bener-bener super deket, gampang dan cepet mau kemanapun. Katakanlah Cihampelas dan PVJ ya, dua daerah itu kan famous dan sering banget didatengin orang dari luar Bandung. Hanya butuh waktu 10 menit loh berkendara dari Pavilion Garden, kemarin saya cobain sendiri.

Mengenai kamar, dengan ukuran segitu masih cukup buat kita bertiga. Tapi kalau anggota keluarga lebih dari itu sih ya nggak cukup ya, palingan sewa pavilion 19 nya juga kalau mau menginap bareng semua anggota keluarga. Ada kamar mandi di setiap pavilion dengan air panas yang berfungsi baik. Di kamar nggak disediakan air conditioner namun tersedia 1 mini fan. Awalnya kita pikir bakal kepanasan tapi ternyata di malam hari dingin lho hehehe.

Bukan cuma diluar aja yang didesain selucu itu, di dalam kamar pun didekor dengan baik. Saya suka banget karena disediakan buku bacaan di dalam kamar. Ada 2 buku karya Lang Leav yang berujudul Lullabies dan Love & Misadventure. Yang Lullabies langsung habis saya baca sembari menemani saya makan teh dan princess cake di malam yang nuansanya enak banget saat itu.

Oke kok kayaknya review penginapan ini terlalu positif ya? hahahah. Baiklah saya akan jembrengin juga kekurangan dari penginapan ini. Tapi sebetulnya semua kekurangan yang saya tulis disini pun sudah tertera di profilnya di Airbnb, semua yang kita dapat betul-betul tertulis lengkap disana dan memang benar adanya.

Poin-poin minus :

  • Ada masjid disamping rumah, buat kalian yang nggak suka suara bising atau sulit tidur mungkin akan terganggu.
  • No AC, mini fan only.
  • Untuk keluarga dengan badan yang makmur atau anggota keluarga lebih dari 3, nggak bisa tinggal dalam 1 pavilion karena ukuran kamar tidur ‘pas’. Sebaiknya sekalian sewa pavilion 19 nya juga.
  • Ada 2 kucing. Haha i dont know ini bisa dibilang poin minus atau nggak, ya buat kalian yang benci banget kucing mungkin bisa jadi perhatian khusus. Soalnya kucingnya juga ramah, suka ngedeket-deketin kita gitu minta diajak main. Buatku ini sih gemes yaaaa 😀

Oh iya bagaimana soal harga? Menurut saya terjangkau banget dan sangat worth it. Ekspektasi pokoknya sesuai dengan realita deh hahaha. Harga bisa dicek kok di Airbnb, atau klik disini, karena bisa jadi beda tanggal menginap beda pula harganya.

 

Pavilion 19 & Pavilion Garden

Jalan Waspada No. 19, Sukajadi – Bandung