Uncategorized

Nyobain Skincare Organik dari Skin Dewi

Product: Hazelnut Cleansing Milk & Ginkgo Biloba Firming Facial Cream
Shop: http://skindewi.com/en/product
Price: IDR 285.000,- & IDR 850.000,-

Website: www.skindewi.com

Selamat hari selasa semuanya! Bagaimana perjalanan skincare nya? Masih rutin perawatan kah? Semoga masih semangat ya merawat kulit dengan baik sedini mungkin agar di masa tua nya masih tetep kencang dan bercahaya. Lagipula merawat kulit itu investasi lho, buat saya lebih baik invest di skincare yang bagus meskipun mahal daripada makeup branded yang harganya gila-gilaan.

Makanya review kosmetik yang ada di blog ini kebanyakan datang dari harga yang affordable kan? Itu karena saya memang jarang sekali beli kosmetik mahal, buat saya 1 produk makeup dengan harga diatas 150 ribu itu udah masuk hitungan mahal. Sedangkan skincare dengan harga 200 ribu an per produknya saya enggak masalah untuk beli.

Soalnya kulit yang sudah bagus sebenernya enggak butuh banyak makeup lagi. Ya itu sih preferensi saya aja ya, tiap-tiap orang tentu berbeda ya kan?

skin dewi

Tidak semua bahan herbal cocok pada tiap individu.

Produk skincare kali ini datang dari merk lokal yaitu Skin Dewi. Dewi Leona Kauw, sang owner punya cerita sendiri tentang brand ini. Dewi Kauw yang merupakan lulusan Teknik Kimia dari University of Washington ini memulai bisnis ini karena anak ke dua nya mengalami kondisi kulit Atopic Dermatitis.

Yang membuat anaknya setiap saat harus diolesi krim steroid. Karena kasihan melihat anaknya yang semakin bergantung dengan obat kimia tersebut. Ia pun mencari tahu melalui berbagai sumber tentang perawatan dan pengobatan kulit yang ada hubungannya dengan kondisi kulit anaknya.

Akhirnya Dewi Kauw menemukan formula sendiri dari bahan organik dan menggunakan herbal yang cocok dengan kondisi kulit anaknya tersebut. Dari kejadian itu, setelah melakukan eksperimen berkali-kali, Dewi Kauw berkesimpulan bahwa tidak semua bahan herbal itu aman dan cocok untuk setiap individu.

Bahan organik jika cocok untuk satu orang, belum tentu cocok untuk orang lainnya. Karena berbagai kandungan dalam herbal tersebut juga memengaruhi reaksi dan suhu yang terjadi jika diaplikasikan ke kulit masing-masing yang mempunyai karakter berbeda.

HAZELNUT CLEANSING MILK

Deskripsi Produk susu pembersih yang lembut mengangkat kotoran penyumbat pori tanpa membuat kulit kering. Tapi jangan digunakan selayaknya susu pembersih ya karena ini sebenarnya adalah cleanser. Silakan lanjut baca kalau penasaran 😀

Komposisi Aqua, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water, Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Cetearyl Alcohol, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Corylus Avellana (Hazelnut) Seed Oil, Glycerine, Cetearyl Glucoside, D-alpha-Tocopherol, Benzyl Alcohol, Amorphophallus Konjac Root Powder, Epilobium Fleischeri Extract, Salvia Sclarea (Clary) Oil, Benzoic Acid, Soybean (Glycine Soja) Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Dehydroacetic Acid, Boswellia Carterii (Frankincense) Oil, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil, Citric Acid, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate. Citronellol*, Geraniol*, Limonene*, Linalool*. *from natural essential oils. (huruf yang di bold adalah kandungan organik)

  • Jojoba Oil : Minyak yang hampir menyerupai minyak alami kulit, non-comedogenic, sangat melembapkan dan ringan.
  • Hazelnut Oil : Astringen alami, mengurangi pori-pori, menenangkan kelenjar minyak aktif, dan anti-oksidan.
  • Witch Hazel : Mengurangi penampilan pori-pori, anti-inflamasi, mengatur produksi minyak / sebum, penyembuhan, dan menyeimbangkan pH kulit.

Tekstur dan Konsistensi – Skin Dewi Hazelnut Cleansing Milk mempunyai tekstur lotion seperti susu pembersih pada umumnya. Tapi jangan kejebak seperti saya ya, karena ini adalah cleanser alias pembersih wajah. Meskipun awalnya ragu untuk menjadikan ini sebagai cleanser namun nyatanya produk ini mudah dibilas dan enggak menempel di kulit. Walaupun cleanser ini enggak berbusa sedikitpun namun setelah dibilas enggak meninggalkan rasa lengket atau rasa enggak bersih.
Result – Meninggalkan rasa lembab, bikin wajah jadi kenyal setelahnya dan enggak bikin kulit kering seperti memakai cleansing foam. Cleanser ini saya gunakan sebagai pembersih kedua setelah micellar water karena enggak cukup ampuh untuk mengangkat makeup. Perbedaan mencuci wajah dengan produk berbahan organik seperti ini tuh rasanya kulit jadi kayak disayang. Rasa lembab nya itu beda dengan rasa lembab setelah menggunakan facial foam.
GINKGO BILOBA FIRMING FACIAL CREAM
Deskripsi – Produk anti aging berupa moisturizer untuk mengencangkan, menghaluskan, mencerahkan dan membuat kulit lebih terlihat muda.

Komposisi – Aqua, Glycerine, Cetearyl Glucoside, Sorbitan Olivate, Persea gratissima (Avocado) oil, Camellia Oleifera Seed Oil, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Rosa Canina (Rosehip) Fruit Oil, Coco-Caprylate/Caprate, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Oil, Rubus Idaeus (Raspberry) Seed Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Niacinamide, D-alpha-Tocopherol, Benzyl Alcohol, Rubus Idaeus Seed (CO2) Extract, Propanediol, Amorphophallus Konjac Root Powder, Camellia Sinensis Leaf Extract, Hibiscus Sabdariffa Flower Extract, Cymbopogon Martinii (Palmarosa) Oil, Ubiquinone, Bisabolol, Anthemis Nobilis (Roman Chamomile) Oil, Boswellia Carteri (Frankincense) Oil, Citrus Sinensis (Sweet Orange) Oil, Benzoic Acid, Glycine Soja Oil, Ginkgo Biloba Leaf Extract, Clyindrotheca Fusiformis Extract, Tremella Fuciformis (Mushroom) Extract, Gluconolactone, Dehydroacetic Acid, Sodium Benzoate, citric acid, potassium sorbate, Calcium Gluconate, Rosmarinus Officinalis Leaf Extract. Geraniol*, Limonene*, Linalool*

*from natural essential oils. (huruf yang di bold adalah kandungan organik)

  • Microalgae : Membantu menaikkan produksi kolagen, serta mengurangi kerutan dan garis halus.
  • Macadamia Oil : Ultra-hydrating, memudarkan garis-garis halus, meregenerasi sel-sel kulit, mengurangi trans-epidermal water loss, dan kaya akan omega 7 untuk mengembalikan keremajaan kulit.
  • Evening Primrose Oil : Menormalkan kulit, anti-inflammatory, serta memperbaiki pelindung kulit.
  • Rosehip Oil : Mencerahkan kulit, anti-aging, melindungi sel-sel kulit dari bahaya sinar matahari, serta kaya akan omega 3,6 dan 9 untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit.
  • Ginko Biloba : Menstimulasi pertumbuhan kolagen, serta menambah elastisitas dan kekencangan kulit.
  • Green Tea Extract : Mencegah TEWL, anti oksidan, anti peradangan/iritasi, memperlambat tanda-tanda penuaan dan mengaktifkan sel-sel kulit.

Tekstur & Konsistensi – Bertekstur krim berwarna broken white dengan wangi rempah-rempah dan jamu. Wanginya sungguh punya kesan tradisional menurut saya. Krim saya rekomendasikan untuk wanita yang sudah mulai concern ke perawatan anti aging.
Krim ini punya efek yang kelihatan dibanding cleanser diatas. Kulit saya enggak cuma halus tapi berasa lebih kencang, lebih cerah, lebih mulus serta glowing. Saya suka banget bare face saya karena produk ini.

Kiri: before, kanan: after. No edit, dengan pencahayaan yang sama, setelah pemakaian 3 minggu.

Redness disekitar hidung pun menghilang. Cuma untuk efek menyamarkan garis-garis halus masih belum kelihatan. Karena saya punya garis halus di smile lines yang masih belum berkurang. Tapi serius deh buat siapa aja yang butuh produk perawatan untuk anti aging kasih aja produk ini.

Benar-benar membuat wajah jadi tampak lebih muda. Efek mencerahkan dan glowingnya natural banget enggak lebay kayak pakai krim dokter. Saya jatuh cinta dengan si kecil cabe rawit ini.

Udah gitu ukurannya pun pas untuk dibawa bepergian, jadi seneng banget karena waktu mudik beberapa minggu lalu bisa bawa ini sepanjang perjalanan. Tanpa perlu menuangkan isinya ke wadah travel size.

Kekurangannya udah pasti setuju dong di harga. Memang harga segitu sih cukup terbilang pricey ya, namun jika dilihat lagi efeknya yang kentara. Harga segitu jadi masuk akal dan jelas alasannya. Karena produk-produk ini menggunakan bahan organik saja yang aman untuk jenis kulit saya.

So reader, bagaimana menurut kalian? Yay or nay nih?

Leave a Reply

Required fields are marked*