memperjuangkan hidup
INSPIRATIONS, PERSONAL

Memperjuangkan Hidup

Menurut data WHO tahun 2005, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 30.000 kasus tiap tahunnya. Sehingga artinya jika di rata-rata maka ada 82 orang di Indonesia yang bunuh diri setiap harinya. Dengan kelompok usia terbanyak adalah 15 hingga 24 tahun. Itu padahal data tahun 2005 lho dan baru di dalam negeri, bagaimana dengan yang diluar negeri ?

Saya nggak akan memperpanjang dengan membeberkan fakta keadaan kasus bunuh diri diluar negeri, kalian bisa dengan gampang cari di google. Yang saya tekankan disini adalah kenapa mereka seperti itu? Dan apa penyebabnya? Sesedih itu kah masalah yang dihadapi?

Jika di ingat kembali dan kalau boleh jujur, saya adalah salah satu dari anak remaja yang sempat terpikir untuk melakukan suicide dan hampir nekat melakukannya. Alasan saya simpel: saya nggak sanggup menghadapi masalah yang menimpa saya waktu itu, tidak ada dukungan bahkan dari lingkungan terdekat, dipaksa terus menerus melakukan hal yang nggak saya suka, termasuk dituntut untuk bisa perfect dan jadi panutan. Saya hampir minum obat mama saya, yang menurut saya saat itu adalah cara ampuh untuk mengakhiri hidup tanpa kesakitan dan penderitaan.

Tapi beruntung pikiran saya masih waras dan kata hati masih bisa saya turuti. Dan bersyukur punya Tuhan yang lebih besar juga dari masalah saya. Saya membatalkan rencana itu karena saya lebih sayang sama orang tua dan keluarga saya. Jadi apapun yang terjadi akan saya hadapi dengan cara yang gentle, dan saya akan buktikan bahwa saya bisa bahagia dengan pilihan saya dan membuat mereka bahagia juga.

Jadi artikel ini saya posting untuk kalian yang mungkin aja lagi begitu terpuruknya sama kayak saya dulu sampai-sampai kepikiran untuk bunuh diri.

Egois

Selang waktu berlalu, saya secara nggak sengaja nemu video Anna Akana berikut ini:

Jadi, adiknya Anna Akana bunuh diri. Di video itu dia cerita apa yang dia dan keluarga rasakan semenjak kepergian adiknya dengan cara bunuh diri tersebut. Dan dia juga cerita tentang apa yang terjadi pada keluarga setelah kejadian itu. Makanya dia buat video berjudul ‘Please don’t kill yourself’. Soalnya menurut dia, itu tindakan yang egois, karena keputusan bunuh diri itu jelas mengabaikan dan nggak peduli dengan perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Jangan hanya berpusat kepada apa yang kamu rasakan. Tapi coba pikir baik-baik keadaan mereka yang benar-benar sayang sama kamu. Dengan bunuh diri, maka kamu akan membuat kehidupan orang yang menyayangi kamu pun tersiksa seumur hidup.

 

Belajar dari keadaan orang lain

Saya jadi benar-benar sadar dan paham bahwa yang punya masalah itu bukan saya doang tapi banyak juga orang lain yang depresi sama keadaan mereka. Tapi mereka masih bisa berjuang dan berjuang untuk hidup mereka. Kalau mereka saja bisa kenapa saya nggak, kalau mereka bisa mendapatkan mujizat saya juga pasti bisa, begitu pikir saya akhirnya.

Kemudian saya belakangan belajar banyak sama Mba Deasy teman blogger saya, beliau sekarang sudah tiada, tapi ada begitu banyak hal yang bisa kita pelajari dari beliau. Sejak divonis menderita kanker payudara di bulan November 2012, beliau nggak pernah patah semangat untuk memperjuangkan hidupnya. Apapun yang dibutuhkan untuk dapat mengobati penyakitnya, akan dia lakukan apapun dampaknya yang akan dia hadapi. Setelah melakukan operasi, beliau masih harus melakukan serangkaian kemo, radioterapi, dan pet scan.

Baca: Kemoterapi

Meskipun hal ini menimbulkan reaksi yang nggak mengenakan, tapi beliau tetap bertekad sembuh. Belum lagi beliau harus ditambah merasakan kanker metastase atau kanker tulang yang cukup menganggu aktifitasnya. Beliau harus menggunakan alat dan melakukan serangkaian terapi pengobatan. Lagi, semua itu dilakukan karena kemauan hidup yang begitu besar.

Baca: Terapi pengobatan

Mba Deasy tetap menyibukkan diri dengan hal-hal yang dia suka meskipun sedang menjalani terapi pengobatan yang begitu melelahkan dan cukup menyita pikirannya. Beliau tetap suka masak dan rajin berbagi resep di blog nya, hobi fotografinya yang luar biasa dan kentara banget hanya melihat dari feed instagramnya, aktif ikutan komunitas blogging, sesekali bikin mainan untuk anaknya. Dan bahkan beliau pernah cerita kalau selama terapi, beliau bolak balik ke RS dengan transjakarta!

Quotes bagus yang saya ambil dari blognya mba deasy: jalani semua dengan senang hati, lupakan segala hal yang menyakitkan, tinggalkan orang-orang yang membuat aura negatif dan selalu semangat untuk sembuh.

Baca: Curahan Hatiku, Edisi Terapi Pengobatan

Tanggal 25 Agustus 2016, Mba Deasy dipanggil pulang oleh Sang Pencipta. Meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan bagi sesama rekan blogger. Karena sungguh Mba Deasy adalah panutan yang luar biasa bagi kita semua. Beliau begitu tangguh menghadapi penyakitnya, bahkan nggak pernah mengeluh di grup soal penyakitnya.

Beliau dipanggil 2 hari setelah beliau izin di grup tidak bisa melanjutkan arisan link akibat efek kemo yang beliau rasakan. Bahkan kita sempat chit chat bersama setelahnya. 2 hari yang lalu itu sekaligus sebagai update terakhir beliau di dunia maya.

Bahkan, beliau akan mengadakan workshop cupcake di tanggal 3 September 2016

Saya sungguh malu dengan masa lalu saya jika membaca kisah hidup Mba Deasy. Saya merasa nggak tau diri! Ketika ada orang lain yang sebegitu berjuang untuk hidup, saya dulu justru ingin mengakhiri hidup. Kalian yang lagi mencoba berpikir bunuh diri, ingat bahwa ada banyak orang yang seperti Mba Deasy diluar sana yang sedang memperjuangkan hidupnya.

Jadi jangan sia-siakan hidupmu, jangan sepelekan hidupmu lagi. Mari move on dan tata ulang hati, pikiran dan kehidupan mu. Kita sebagai manusia memang diberikan kehendak bebas oleh Tuhan. Tapi sayangnya kita nggak bisa menggunakan kehendak bebas kita tersebut, untuk menukar kehidupan dengan orang lain. Kita nggak bisa minta sakit supaya bisa pergi meninggalkan dunia dan memberikan hidup kita kepada orang lain yang sedang membutuhkannya.

Mari bersyukur atas kehidupan kita, jadikan kehidupan orang-orang seperti Mba Deasy ini pembelajaran untuk kita. Dan mulai dari malam ini mari kita berikan waktu ekstra dalam setiap sesi doa kita untuk ikut mendoakan mereka yang sedang memperjuangkan hidup mereka, apapun penyakit yang mereka derita. Supaya Tuhan menguatkan mereka secara pribadi dan keluarga mereka dan juga supaya Tuhan memberikan yang terbaik bagi mereka.

26 Comments

  1. What an amazing story you have here, Nic. To be able to admit and share your past is amazing thing, and more of it, we learned from it.
    To see some friends who fought for their life because of cancer is truly inspiring thing, for me as well. To cherish, to love, and to be grateful every moment is how we thank the Lord for giving us health.
    My deepest condolence for mba Deasy.

    1. admin

      thankyou mba, semoga banyak orang yang bisa lebih menghargai hidup mereka ya..

  2. Orang2 yang berpikir bunuh diri bagusnya menyimak kisah pejuang kanker seperti Mbak Deasy. Kesehatan dan nyawa mahal harganya, masak mau disia2kan begitu. Hiks

    1. admin

      setuju mba diba..

  3. Mon, ternyata kau menampilkan mba deasy disini 🙁
    ***
    “Bunuh diri; bukanlah racun, atau tali temali yg membunuh mereka tapi kesedihan yang (mereka pikir) tak kan pernah berakhir. Bunuh dari rasanya jadi begitu membebaskan.”

    1. admin

      iya mba lidha, jadi pelarian gitu.

  4. mb deasy :”(
    g usah malu, namanya tiap orang pasti punya masa lalu
    semoga kita semua jadi orang yang baik dan lurus2 sampai nanti

    1. admin

      amin, terimakasih mba..

  5. Gemetar baca ini, Mon. Nggak nyangka juga Monic yang aku lihat begitu ceria dulunya pernah berfikir akan mengakhiri hidup.
    Yes, banyak sekali orang2 di luar sana yang berjuang keras untuk bertahan hidup. Nggak sepantasnya kita malah merutuki nasib dan lupa bersyukur atas nafas dan sehat yang masih Tuhan beri.

    Very well said, dear Monic :*

    1. admin

      aku sebenernya gak se-happy go lucky keliatannya haha.

  6. Alhamdulillah now you’re really enjoy your life ya ..😊 dan bisa menyebarkan inspirasi lewat tulisan.. Semoga kita tergolong orang2 yang selalu bersyukur dengan keadaan kita apapun itu ya.. Semoga mbak Deasy bahagia disana..

    1. admin

      amin mba dian..

  7. Kehidupan adalah anugrah Tuhan, Bunuh diri artinya merampas hak Tuhan.. melawan tuhan secara nyata.., karena itu dosa nya sangat besar…

    1. admin

      tapi faktanya mereka mengabaikan itu mba nova, untuk itu perlu banyak orang yang menyadarkan hal ini melalui banyak media, salah satunya seperti yg saya lakukan ini.

  8. Tia

    Bunuh diri itu selain disebut sebagai egois seperti yg monik tulis, juga gak enak. Karena apa? Karena di dunia udah masalah, di akhirat kena masalah lagi. Jadi gak solutif. Itu sih yg diajarkan sm guruku. Mari semangat!

    1. admin

      sure mba tia, tp para pelaku bunuh diri umumnya nggak pernah mempermasalahkan itu. dan bahkan mereka nggak sebegitunya concern dengan urusan agamawi, utk itu perlu diingatkan dan ditegur. jika kita pakai pendekatan rohani negurnya, bisa mental, jadi baiknya diingatkan dulu bahwa mereka gak sendiri.

  9. selalu menarik tema-tema untuk perjuangan hidup,
    seperti artikel ini.

    Adakah pengalaman Mbak Elisabagaimana caranya bertahan saat kondisi kita sedang jatuh atau dibawah ya?

    misalnya saat di phk.
    seringkali tidak ada yang ‘nganggap’ kita…

    salam kenal dan terima kasih Mbak

    1. admin

      manusia itu pada dasarnya punya kemampuan utk bertahan hidup kok dimanapun ia ditempatkan. pakai insting itu, untuk menciptakan usaha baru. ini yang saya pelajari dari ayah saya waktu dipecat dari perusahaannya dulu. melalui berbulan-bulan keadaan menyedihkan dan ironis hehe, akhirnya step by step beliau bisa memutar balik keadaan. dari yang tidak dianggap menjadi yang dianggap.

  10. Salut buat Mbak Deasy. Acara tgl 3 itu tdya kami mau first kopdar… Al Fatihah buatMabk Deasy.

    Dulu punya sepupu jauh yg bunuh diri jg mbak, sampai skrng jg gagal paham knp bunuh diri 🙁

    1. admin

      oh yaampun sedih banget ya mba 🙁

      iya memang, pasti bakal ninggalin pertanyaan yang gak akan pernah terjawab kan jadinya ..

  11. Ibu saya juga survivor autoimun dan saya banyak belajar dari beliau seperti orang2 diatas yang tidak mudah menyerah, salam kenal mak

    1. admin

      salam kenal juga, betul, kita mesti banyak2 belajar dari orang2 seperti itu utk bisa lebih banyak bersyukur.

  12. Hai Monic. Suka bgt bahasannya, harus dibaca banyak remaja nih… Yeay senangnya skrg udah nggak berpikir untuk melakukan hal ini ya? Semoga bahagia terhs ya, Monic! 😀

    1. admin

      aminnnnn.. makasih doa nya mba 🙂

  13. Duuuh semoga terhindar dari pemikiran-pemikiran seperti ini ya mba, udah dikasih bernafas sama Tuhan kok 🙂

    1. admin

      aminnn mba kania…

Leave a Reply

Required fields are marked*