sumber: Pinterest
PRODUCTIVITY

Melirik Jam Tangan Awet

Saya adalah pemakai setia jam tangan dari sejak SMP, rasanya keren aja mengenakan jam tangan. Alasannya memang hanya sekadar untuk menunjang penampilan, bukan alasan serius seperti ‘supaya tepat waktu’ atau ‘supaya lebih produktif’. Belakangan ini jadi sadar, selama itu menjadi pengguna jam tangan, ternyata nggak satu pun jam tangan saya bertahan lebih dari 2 tahun loh. Permasalahannya karena memang jam tangan yang gampang rusak, bukan perkara baterai. Entah itu talinya yang gampang putus, kena air sedikit mati, jarumnya nggak bisa gerak lagi,dsb. Karena itu akhirnya selama setahun belakangan ini saya jadi malas pakai jam tangan.

Terus saya sadar dong, ternyata jam tangan yang saya beli selama ini nggak bagus kualitasnya. Memang harganya juga murah sih, jam tangan paling mahal yang saya beli sendiri itu seharga Rp. 200,000,- Pokoknya bukan jam tangan branded, seringnya beli replika malahan merk abal, yang penting murah dan modelnya bagus. Soalnya bagi saya jam tangan itu bukan benda yang berbahaya untuk kesehatan sih jadi beli replika ya nggak masalah banget. Ditambah lagi model jam tangan yang makin kesini makin beragam dan bagus-bagus, rasanya sayang bentar-bentar beli asli demi mengikuti tren.

Nggak seperti produk kosmetik atau skincare yang mesti asli. Karena kalau pakai produk replika yang kandungan bahannya nggak jelas bisa membahayakan kesehatan. Siapa kayak saya?

Sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, beli jam tangan replika yang murah sih ujung-ujungnya boros juga ya karena gampang rusak dan akhirnya mesti beli baru lagi. Kesannya jam original itu harganya selangit tapi kalau dilihat dari sisi ketahanannya sama sekali nggak mengecewakan. Contohnya papa mama saya yang selalu beli jam tangan original, mereka cuma punya 2 atau 3 tapi awet banget dan nggak sering bermasalah.

harga jam tangan boniaTernyata jam tangan original dan bagus itu nggak melulu harus mahal ya. Kayak harga jam tangan bonia misalnya, masih terjangkau dan masuk akal menurut saya. Melihat dari desainnya yang nggak norak dan timeless, artinya meskipun dipakai untuk jangka waktu lama nggak bakal ketinggalan jaman. Duh ditambah pilihan warna nya juga netral dan elegan, menunjang penampilan saya supaya semakin menarik serta fashionable. Bagi saya sih desain dan model jam tangan Bonia udah pas banget untuk wanita dengan berbagai macam karakter. Baik wanita pekerja, ibu rumah tangga, feminim, sporty, tua dan muda.

‘Harga nggak pernah bohong’ kayaknya tepat deh sebagai acuan membeli jam tangan. Karena selain ketahanannya, saya juga tentu mau pakai jam tangan yang nyaman kan. Saya butuh jam tangan yang bahannya bersahabat dengan kulit sehingga nggak bikin alergi. Lumayan sering sih mengalami tangan gatal-gatal karena keringat kalau pakai jam tangan berbahan karet. Atau kulit kejepit saat pakai jam tangan model rantai. Arloji bonia ini dibalut dengan sentuhan logam dan juga batuan mulia. Sehingga nggak hanya desainnya aja yang elegan dan premium. Tapi juga nyaman saat digunakan. Jadi nggak heran sih kalau harga jam tangan bonia ini tergolong tinggi.

Dalam hati sih pengin banget rasanya nabung beli jam tangan yang bagus agak mahal dikit tapi sekali beli aja. Ketimbang beli berkali-kali dan kecewa berkali-kali juga. Tapi mau keluarin uang sendiri kok ya rasanya berat. Saya kode minta beli jam tangan sama siapa dong nih ?

 

2 Comments

  1. Wah artikel nya usefull bgt,makasih gan

  2. Dulu, aku juga seperti itu mbak….paling mahal beli arloji cuma 400 ribuan, nah sekarang agak mahal dikit (nggak nyampe 2 juta deh) saya beli jam tangan merek swatch namun original. Jamnya ringan ditangan (serasa nggak make) modis juga dan simple. Salam….!

Leave a Reply

Required fields are marked*