ca37562bf7b989fa454e795c3f90b037
BLOGGING

Beauty Blogger Belajar PUEBI Bareng Langit Amaravati

PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Karena beauty blogger juga adalah penulis, maka penting untuk mempelajari hal ini. Dan Ngopi Cantik Beautiesquad minggu lalu khusus membahas PUEBI dengan narasumber yang memang sudah expret di bidang nya, yaitu teh Langit Amaravati. Pasti blogger udah kenal siapa dia, iya kan?

Saya selalu pengen belajar langsung sama teh Langit, pengen banget tau apa rahasia dibalik tulisan-tulisan bagusnya. Di mata saya teh Langit ini adalah blogger yang langganan menang lomba. Sekaligus peramu kata-kata sehingga dapat menghasilkan artikel yang begitu membius para pembacanya. Selain blog utama nya, teh Langit juga mengelola blog lain bernama Wisata Kata yang berisi tentang tutorial penulisan, surat menyurat dan resensi buku.

So, begitu tau teh Langit adalah narasumber Ngopcan kali ini, tanpa pikir panjang saya langsung daftar. Dan memang enggak nyesel ikutan.

Ngopi Cantik 4 banner

Apa itu Ejaan ?

Yang dimaksud ejaan di sini adalah kaidah penggunaan bahasa Indonesia, tanda baca, dan tata bahasa lainnya. Ejaan merujuk kepada dua “kitab suci”, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Karena bahasa bersifat dinamis, kedua kitab suci ini sesekali mengalami revisi. Yang terbaru adalah KBBI dan PUEBI 2016.

 

Gaya Bertutur

Jadi apa sih gaya bertutur itu? Sederhananya, gaya bertutur adalah gaya kita menyampaikan sebuah topik baik itu cerita, opini, berita dan sebagainya. Seni menyampaikannya itulah yang disebut gaya bertutur. Santai, serius, humoris, adalah label yang biasa disematkan pada gaya bertutur tersebut. (Novia Syahidah)

Contoh:

  • Blogger A menyebut dirinya dengan “saya” dan pembacanya dengan panggilan “Anda”, sedangkan blogger B menyebut dirinya “aku” dan memanggil pembacanya dengan “kamu” ==> ini namanya gaya bertutur.
  • Atau bedakan gaya bertuturnya Alodita yang cenderung selow dengan blogger Diana Rikasari yang ramai.

 

Kenapa Tata Bahasa Penting Untuk Blogger ?

Karena blogger adalah penulis dan seorang penulis yang baik tentu harus peduli dengan teknis penulisan. Naif kalau ada yang bilang bahwa blogger tak harus paham ejaan.

  1. Kredibilitas si blogger itu sendiri. Termasuk kaitannya dengan personal branding.
  2. Pagerank. Google dalam quality guidelines-nya mengatakan bahwa salah satu faktor yang menentukan peringkat sebuah situs web adalah kualitas tulisan. Di antarnya: ejaan/tata bahasa dan minim typo.
  3. SEO. Meski mesin pencari sudah sedemikian pintar sehingga bisa menafsirkan bahkan keyword dan meta description yang salah eja, namun jika ada dua artikel yang membahas topik yang sama, maka yang akan DIPRIORITASKAN untuk tampil di hasil pencarian adalah yang tata bahasanya lebih benar.
  4. Pembaca. Dilihat dari sisi pembaca, apalagi jika pembacanya paham ejaan, membaca artikel yang serampangan itu membuat malas.
  5. Monetisasi. Brand tidak suka meng-hire blogger yang tulisannya berantakan.
  6. Lomba blog. Tata bahasa yang benar adalah salah satu poin penilaian.

 

Cara Belajar Tata Bahasa

Mudah, kok, belajar cara menulis yang benar. Anda bisa membeli buku PUEBI edisi terbaru, harganya tidak sampai 100 ribu dan DIBACA. Anda juga bisa mengunduhnya. Jika menemukan kata yang ejaannya meragukan, coba cek di KBBI daring. Belajar dan terus latihan. Biasakan menulis dengan tata bahasa yang benar baik itu ketika menulis artikel blog atau ketika membuat postingan di media sosial. Semakin sering dipakai kita akan semakin paham.

Satu hal lagi, ada blogger yang merasa bangga meski tulisannya berantakan dan tidak mau belajar hanya karena dia sering mendapatkan sponsored post. Attitude seperti ini adalah bumerang. Blogging sama seperti karier lainnya, ada iklim persaingan. Setiap hari lahir bloger-bloger baru. Satu-satunya yang bisa membuat kita stand out from the crowed adalah kualitas.

Ini link KBBI daring: https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Anda bisa mengunduh PUEBI terbaru di sini: https://drive.google.com/file/d/0BxQ13q4Vor5hMzJ4aEgtTE1tTEk/view

 

Begitu sesi tanya jawab dibuka, saya tentu langsung excited bertanya. Berikut pertanyaan yang saya ajukan dan jawabannya teh Langit :

Hai teh @Langit Amaravati

Jadi saya punya kesulitan menyusun kata – kata saat ngedraft. Kesulitan ini pun sama di real life, mau ngajak ngomong orang baru misalnya, suka mikir lama buat menyusun kata-kata yang pas. Apalagi yang saya alami sebagai beauty blogger itu keseringannya, apa yang mau disampaikan sudah diwakilkan oleh foto-foto yg. Jadi kayak susah mau menyampaikannya. Saya cuma bisa bikin garis besarnya aja gitu teh. Hehe. Mohon sarannya.

Jawab :

Coba bayangkan kalau menulis itu sama seperti kita ngobrol atau ketika menulis surat kepada pembaca. Bayangkan kita sedang berbicara dengan seseorang yang akrab. Jangan dulu mikir kata apa yang paling pas atau ejaan kalau memang merasa kesulitan. Setelah selesai nge-draft, bacakan kembali keras-keras untuk mengetahui apakah tulisan kita itu enak dibaca atau tidak. Lalu edit bagian-bagian yang diperlukan.

Atau bisa mencoba teknik free writing. Buka Ms.Word atau notepad, tulis apa saja yang terlintas di kepala. Enggak usah dulu mikirin alurnya, bahasanya, teknisnya. Pokoknya tulis. Latihan seperti ini sekaligus akan melatih gaya bertutur kita.

Rajin-rajin baca buku dengan berbagai genre. Ini mungkin tip klise, tapi membaca akan menambah perbendaharaan kosakata kita sehingga akan lebih memudahkan ketika menulis.

 

Dibawah ini adalah poin-poin yang enggak kalah pentingnya untuk di list juga disini sebagai rangkuman dari Q & A :

  • Gaya bahasa santai lebih cocok untuk niche beauty blogger.
  • Gua/gue adalah ragam bahasa percakapan, sah-sah saja digunakan dan enggak berpengaruh terhadap attitude. Tetapi “rasa bahasa” nya berbeda, sesuaikan dengan usia pembaca, lebih baik menggunakan”aku”.
  • Google pada dasarnya membaca keseluruhan artikel, tapi kalau misalnya ada artikel dengan ejaan lebih benar (karena dianggap lebih relevan), maka artikel yang penulisannya benar itulah yang akan diprioritaskan.
  • Dua gaya bertutur Langit Amaravati :
    • Semi formal untuk tutorial dan tulisan lainnya
    • Semi puitis untuk lomba story telling dan curhat
  • Judul yang benar adalah judul yang deskriptif atau yang menggambarkan isi artikel. Judul yang clickable kadang tidak segaris lurus dengan judul yang deskriptif. Hindari menulis judul a la portal online seperti ini: Lakukan Tiga Cara Ini Agar Kulit Kamu Lebih Cling.
  • Semua kata dalam bahasa asing ditulis miring.
  • Ingredients ditulis miring, sama seperti penulisan istilah latin. Huruf pertama kapital untuk kata pertama saja, kata kedua dan seterusnya huruf kecil. Contoh: Rosaceae plantae.

 

 

Oke deh sekian dulu pembahasan Ngopcan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua ya. Jangan lupa, ilmunya diterapkan dan dishare juga ke lainnya 🙂

2 Comments

  1. Rahmi

    halo! terima kasih atas ilmunya. tapi biar lebih enak, mohon dibetulkan typo ‘expret’-nya, mungkin expert, ya 😉

    1. admin

      wah iyaaaa, makasih koreksinya yaaaa. nggak sadar itu salah 😀

Leave a Reply

Required fields are marked*