how to start a lifestyle blog
BLOGGING, INSPIRATIONS

Bagaimana Menjadi Seorang Lifestyle Blogger ?

Blogging adalah sesuatu yang jaman dulu dilakukan orang hanya sekedar hobi tetapi berubah menjadi ladang pekerjaan di jaman sekarang. Maka nggak mengherankan kalau makin banyak orang yang pengin jadi blogger. Karena bukan hanya bisa mendapat uang tetapi yang paling penting menjadi blogger itu membuka banyak kesempatan.

Di Indonesia banyak sekali blogger dengan niche nya masing-masing, entah itu techno blogger, travel blogger, food blogger, fashion blogger, culinary blogger, book blogger, parenting blogger atau beauty blogger. Umumnya para pemula masih bingung dengan niche yang akan mereka pakai untuk blog mereka dan biasanya mereka memutuskan untuk menjadi lifestyle blogger.

Yang saya perhatikan kalau di Indonesia, lifestyle blogger berisi random post, semuanya dibahas dan diulas disitu. Contohnya blog ini, saya adalah beauty blogger tapi kenapa ada embel embel lifestyle blogger juga? Itu karena saya belum bisa komitmen menulis 100% hanya tema kecantikan di blog ini. Kalau kalian perhatikan kategori di sidebar saya, ada banyak hal yang saya bahas bukan selain tema kecantikan. Namun konten pada blog ini sebagian besar tetap mengenai kecantikan. Mungkin next year bisa 100% membranding blog ini dengan beauty blog.

Well udah paham kan garis besarnya? Sekarang saya akan pakai blognya Titis Ayuningsih di www.titisayuningsih.com sebagai acuan untuk judul hari ini. Titis adalah seorang lifestyle blogger asal Jakarta yang rajin banget nulis, ada banyak banget artikel di blog Titis. Bahkan dia menulis di berbagai media online lain juga dan rutin ia lakukan. Sepertinya selain cinta dengan warna merah, Titis juga cinta menulis.

Karena saya memang kurang pandai menyusun intro alias paragraf-paragraf pembuka jadi mari langsung aja,

 

Bagaimana Cara Menjadi Lifestyle Blogger ?

Pertama : Buat Blog

Iya dong, bener kan? Kalau nggak punya blog nggak mungkin bisa jadi blogger hehehe. Blog disini ada dua tipe; berbayar atau free. Blog berbayar maksudnya yang sudah TLD (Top Level Domain) seperti .com, .net, .id, dsb. Sedangkan yang tidak berbayar maksudnya yang masih pakai domain bawaan dari platform yang dipakai, misalkan: namablog.blogspot.com atau namablog.wordpress.com.

Mengenai perlu atau nggaknya Blog dengan TLD udah pernah saya bahas sedikit di post ini. Jadi buat yang belum terlalu paham soal itu, langsung cus dulu klik ya. Blog Titis sendiri sudah pakai TLD nih, Top Level Domain akan bikin blog jadi terkesan profesional.

 

Kedua : Menulis

Setelah punya blog langsung lah menulis, jangan ditunda-tunda. Saya udah singgung diatas kan kalau Titis ini rajin sekali posting. Dilihat dari arsip blog, ia sudah menulis sebanyak 608 entri di blog pribadinya. Bukan hanya itu, Titis juga menulis di Kompasiana, Rula dan Opini. Dari Titis saya jadi belajar untuk memaksa diri saya sendiri agar lebih rajin lagi menulis karena ngeblog itu nggak bisa nunggu mood. Dan hal ini harus dilatih sedini mungkin agar saat nanti sebuah brand mengajak kerjasama, kita jadi bisa menyelesaikan sesuai timeline yang diberikan.

Baca : Xiaomi Redmi Note 3, Smartphone Tepat Untuk Teman Ngeblog

 

Ketiga : Konsisten

Poin ketiga ini merupakan hal yang sangat sulit untuk saya, saya punya banyak rencana akan ngeblog ini dan itu. Namun saya sulit konsisten untuk menulis di jam-jam yang sudah saya tentukan. Saya melabeli diri saya sendiri dengan julukan ‘si deadline’ karena menjelang deadline pasti saya akan kerja dengan sistem kebut. Duh ini suer nggak enak banget, makanya saya memang lagi memperbaiki kebiasaan ini nih.

Udah kayak SKS (sistem kebut semalam) ya? Wong pas kuliah dulu saya belajarnya SKS mulu kok hihihi

Baca : Manajemen Bisnis atau Psikologi, Ya?

 

Keempat : Kemas Postingan-mu dengan Menarik

Enaknya jadi lifestyle blogger itu salah satunya kita bebas nulis topik apapun di blog. Ya betul, bebas! Secara teori kan seperti itu, kita curhat di blog kita pun nggak apa-apa. Cuma teknisnya kan lain, kebanyakan pembaca nggak suka dengan blog yang isinya ‘sampah’ dalam artian apa yang dipost berkesan negatif.

Contohnya, kalian lebih suka yang mana gengs diantara dua kalimat ini?
Gue baru beli nih lipstick dari merk X, ah tapi gila apa-apaan sih nih merk masa warna-warna lipstiknya jadul banget!
atau
Karena penasaran sama merk X akhirnya saya cobain beli nih salah satu shade nya mereka, tapi sayangnya pilihan warna yang ditawarkan kurang beragam dan kekinian ya.

Baca : Suka dan Duka Kuliah Jurusan Teknik

Curhat sangat diperbolehkan tapi buatlah curhatan kita jadi sesuatu yang informatif untuk pembaca. Titis nggak cuma mengemas postingannya dengan sangat informatif tetapi judul nya pun disusun semenarik mungkin. Sehingga saat membaca judulnya saja, pembaca langsung tertarik.

titis 1

Baca : Museum Tengah Kebun Jakarta Menawarkan Kedamaian

 

Kelima : Bergabung di Komunitas

Jangan ngeblog sendirian, gabunglah di komunitas. Dengan ikutan berbagai komunitas blogger, kita akan mendapat banyak keuntungan. Seperti misalnya; belajar agar bahasa penulisan jadi lebih baik, peningkatan pageviews dengan saling blogwalking, penambahan followers social media karena saling follow, bahkan banyaknya tawaran kerjasama.

Coba kalian mampir ke blognya Titis dan klik tab ‘Komunitas Blog’, bisa dilihat kalau Titis ini join banyak banget komunitas. Totalnya ada 10 komunitas yang ia ikuti. Nah maka nggak heran kalau blognya enak dibaca karena bahasa penulisannya yang nggak ribet.

 

Jadi sebetulnya untuk memulai cukup simpel kan? Yuk bikin blog, karena serius deh banyak banget peluang nggak terduga yang akan kamu temukan dari ngeblog 🙂

 

TITIS AYUNINGSIH

Blog: www.titisayuningsih.com | IG: @titisayuningsih #TitisKelayapan #TitisKulineran